Tiba-tiba seorang kawan, dia wanita mendekati saya yang waktu itu sedang duduk pada sebuah ruangan, sepertinya sebuah warung atau sebut saja kafe sederhana. Saya pernah bertemu dia beberapa hari yang lalu, sempat berbicara sedikit tentang hal-hal yang kurang (sebetulnya) saya minati. Akhirnya hari ini dia berkata lagi bahwa dirinya sedang suntuk karena pacarnya. Pacarnya itu sekarang lagi ngambek, tidak mau diajak bicara, tidak mau ditemani, tidak mau diapa-apain, pokoknya “tinggalkan aku sendiri” kata sang pacar. Saya memberanikan diri untuk bertanya, siapa nama pacarmu ? mungkin ini kurang begitu penting. Sejak kapan sih nama menjadi begitu berarti dan pantas menjadi bahan pembicaraan. Apa boleh buat, saya juga kurang begitu tertarik berbicara dengan dia. Dia mengeluarkan sebuah MP4 player, dalam MP4 itu tersimpan foto-fotonya. Lho, saya heran bercampur aduk dengan nasi udukkaget kenapa pacarmu wanita?