Poligami :part II

Tentang masalah poligami kemarin yang saya bahas, saya sempat menanyakan kepada beberapa wanita teman saya semuanya. Saya hadirkan persoalannya seperti itu, baik buruknya secara mendetail. Tentu saja paradigma poligami pada masa nabi. Tetapi kebanyakan menjawab apatis, tidak setuju dengan poligami meski dengan segepok permasalahan sosial diatas. Tetapi itu wajar, karena mereka wanita, apalagi masih belum melihat (tepatnya tidak mau melihat) rasionalisasi dari poligami. Mungkin film semacam ayat-ayat cinta bisa menjelaskan secara lebih halus. Ini cerita dulu ya, kemarin pas melihat infotaiment yang membahas komentar para artis (bukan aktor, jadi ini wanita) terhadap film ayat-ayat cinta, Chelsea Olivia berkomentar dulu ia sama sekali anti dengan poligami, istilahnya ia tidak mengenal kata poligami. Setelah melihat film tersebut, ia mulai membuka pikirannya terhadap poligami. Bahwa poligami ternyata seperti itu ya… Ya, ini adalah keberhasilan film ayat-ayat cinta. Jadi kalau prediksi saya, poligami disuburkan hanya masalah waktu saja. Suatu saat itu akan menjadi hal yang lumrah dan tidak menjadi momok lagi.

Baca entri selengkapnya »