hari ini tanggal 20 mei 2008 di jakarta sedang diadakan pesta menyambut 100 tahun kebangkitan nasional. Tidak bisa disebutkan berapa jumlah pengeluaran untuk mengadakan pesta yang megah seperti itu, tapi yang pasti memakan biaya yang sangat banyak. Bagaimanapun, kebangkitan nasional adalah moment yang sangat berharga bagi bangsa ini, sepatutnya diperingati. Tetapi untuk pesta semegah itu, rasa-rasanya kok kurang etis mengingat bangsa (meminjam istilah para pejabat

) ini sedang dilanda banyak kesedihan dan masalah. Pertama soal ancaman yang hampir menjadi pasti bahwa BBM akan segera naik harganya, kedua persoalan kemiskinan, pengangguran, kesenjangan sosial, kriminalitas dan yang paling parah korupsi yang sudah menjadi rahasia umum (sudah berapa tuh persoalannya?). Selama ini indonesia belum bisa mengatasi masalah-masalah diatas, mencoba sudah, tetapi istiqomah belum saya rasa. Pantaskah pesta semegah ini diadakan?
Saya rasa tidak, malam ini saya melihat acara tersebut di tipi, penontonnya berupa pejabat-penjabat, mentri-mentri gendut,dan kebanyakan orang-orang dari kalangan menengah ke atas. Sedang orang-orang dari kolong jembatan, penghuni kontrakan berukuran 3X4 meter, pedagang kaki lima, anak jalanan dan kaum fakir tidak masuk dalam hitungan penonton. Ikut masukpun mereka tidak akan diperbolehkan. Kemudian untuk siapakah pesta ini? Selama ini yang saya tahu negara adalah rakyat, negara adalah milik rakyat dan wajib memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada rakyat, negara adalah pelayan rakyat. Seharusnya negara ini bertanggung jawab penuh kepada orang orang fakir yang saya sebutkan diatas, dimana janji UUD yang akan menampung anak-anak jalanan (dulu ketika saya di SD,disuruh menghafal pasal tersebut lho), tidak ada, bull shit aja tuh. Masih-masing pejabat mengurusi kantongnya, dan mempersiapkan dana pensiun mumpung lagi diatas.
Cuman satu harapan saya, semoga apa yang telah disebutkan di UUD bisa ditegakkan dengan benar-benar tegak, karena saya percaya bahwa orang-orang jaman dulu merancang UUD dengan sangat cermat dan sesuai hati nurani. Hanya saja, sekarang ini banyak sekali orang yang mengerogoti UUD demi kepentingan politik dan kelompok saja.