Kasus Suap anggota KPPU

Kepemilikan tas berisi uang Rp 500 juta dalam kasus dugaan suap terhadap anggota KPPU M Iqbal masih menjadi misteri. M Iqbal dan Komisaris Lippo Group Billy Sindoro sama-sama membantah kepemilikan tas tersebut.

“Bukan punya saya. Itu diletakkan Pak Billy di lift,” ujar M Iqbal saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Senin (19/1/2008).

Meski Iqbal orang terakhir yang memegang tas tersebut, namun dia membantah jika tas tersebut ditujukan untuk dirinya. “Niatnya mau saya kembalikan ke KPPU,” ujarnya.

Senada dengan Iqbal, Billy pun tidak mengakui kepemilikan tas tersebut. Saat ditangkap oleh penyidik KPK, ia tidak mengakui tudingan Iqbal yang menunjukan tas itu miliknya.

“Itu bukan tas saya,” ujar Iqbal menirukan Billy waktu ditangkap KPK.

Hingga pukul 15.30 WIB, persidangan yang agendanya mendengarkan keterangan saksi ini masih berlangsung

sumber detik.com

Kalau korupsi ngaku aja… oh iya… nggak ada maling yg ngaku ya….

Siapa Ikut Aliran 3D ?

salah satunya saya. Meski saya bukan PNS, atau polisi, polri atau anggota caleg apalagi DPRD, saya memutuskan untuk ikut aliran 3D. Ngomong-ngomong, 3D apaan sih? 3D=Diem Dapet Duit. Bukan berarti saya cuma berpangku tangan dan duit mengalir sendiri ke rekening bank, saya tetap kerja keras kok, cuma ya itu tadi saya lebih baik diam saja. Daripada saya ngomong ntar malah salah-salah atau kurang tepat.

Mending diem dapet duit. he he

Koran Sore PR 1 Lho

Koransore kembali mendapatkan pagerank lagi. Update kali ini dapet PR 1. Mau tukeran link atau jadi wartawan? pasti dapat backlink gratis, silahkan request melalui comment

Apakah Pemerintah Bijak ?

Setelah penerimaan Siswa baru, dengan peraturan Sekoah Negeri tidak boleh memungut biaya apapun kepada wali murid. tapi ternyata kabar burung kenyataannya masih ada kepala sekolah yang memungut, bayaran untuk pendaftaran. APAKAH MENURUT ANDA BIJAK PEMERINTAH MELARANG KEPALA SEKOLAH MEMUNGUT UANG PANGKAL ? Andaikan kepala sekolah itu jujur itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas sekolah (kalau jujur). Dengan adanya pengadaakn fasilitas akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bangsa ini, bila hanya mengandalkan uang BOS bisakah fasilitas sekolah ditingkatkan ? bisakah kualitas bangsa ini ditingkatkan (Klo sekedar bisa baja saja, APA GA KETINGGALAN JAMAN !! (YA… IYALAH PASTI ).

Ada lagi kebijakan, sekolah Negeri tidak boleh menjual buku, kaos olahraga, seragam sekolah. nach ini juga kebijakan yang bikin bingung. bagaimana tidak bingung guru tidak punya pegangan, bingung mau ngajar apa (guru bingung ga dapet ceperan udah gaji kecil di larang jualan nasiib !!), Saat Wali murid bertanya Pak, Buku apa yang digunakan, pak/bu guru bingung entahlah nunggu keputusan pemerintah !! (capek dech)

ada berita lagi katanya disediakan buku dalam yang bisa di download, itu mater SD N yang saya tahu, ini tambah membingungkan, kenal internet saja ga ? bagaimana mo download. ketika dapat edaran dari uptd download di situs ini. si kepala sekolah malah bilang unduhnya di mana , langiiit !!!

klo pun bisa sekarang di prin dengan jumlah eksemplar yang banyak apa tidak tambah mahal ?

klo pun bisa di foto copy setelah di prin dengan jumlah yang banyak apa tidak tambah mahal ?

apa iya di download trus di lihat via PC apa iya semua wali murid punya komputer ?

CAPEEK DECH ………….

Fenomena Kebangkitan Nasional

hari ini tanggal 20 mei 2008 di jakarta sedang diadakan pesta menyambut 100 tahun kebangkitan nasional. Tidak bisa disebutkan berapa jumlah pengeluaran untuk mengadakan pesta yang megah seperti itu, tapi yang pasti memakan biaya yang sangat banyak. Bagaimanapun, kebangkitan nasional adalah moment yang sangat berharga bagi bangsa ini, sepatutnya diperingati. Tetapi untuk pesta semegah itu, rasa-rasanya kok kurang etis mengingat bangsa (meminjam istilah para pejabat :) ) ini sedang dilanda banyak kesedihan dan masalah. Pertama soal ancaman yang hampir menjadi pasti bahwa BBM akan segera naik harganya, kedua persoalan kemiskinan, pengangguran, kesenjangan sosial, kriminalitas dan yang paling parah korupsi yang sudah menjadi rahasia umum (sudah berapa tuh persoalannya?). Selama ini indonesia belum bisa mengatasi masalah-masalah diatas, mencoba sudah, tetapi istiqomah belum saya rasa. Pantaskah pesta semegah ini diadakan?

Saya rasa tidak, malam ini saya melihat acara tersebut di tipi, penontonnya berupa pejabat-penjabat, mentri-mentri gendut,dan kebanyakan orang-orang dari kalangan menengah ke atas. Sedang orang-orang dari kolong jembatan, penghuni kontrakan berukuran 3X4 meter, pedagang kaki lima, anak jalanan dan kaum fakir tidak masuk dalam hitungan penonton. Ikut masukpun mereka tidak akan diperbolehkan. Kemudian untuk siapakah pesta ini? Selama ini yang saya tahu negara adalah rakyat, negara adalah milik rakyat dan wajib memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada rakyat, negara adalah pelayan rakyat. Seharusnya negara ini bertanggung jawab penuh kepada orang orang fakir yang saya sebutkan diatas, dimana janji UUD yang akan menampung anak-anak jalanan (dulu ketika saya di SD,disuruh menghafal pasal tersebut lho), tidak ada, bull shit aja tuh. Masih-masing pejabat mengurusi kantongnya, dan mempersiapkan dana pensiun mumpung lagi diatas.

Cuman satu harapan saya, semoga apa yang telah disebutkan di UUD bisa ditegakkan dengan benar-benar tegak, karena saya percaya bahwa orang-orang jaman dulu merancang UUD dengan sangat cermat dan sesuai hati nurani. Hanya saja, sekarang ini banyak sekali orang yang mengerogoti UUD demi kepentingan politik dan kelompok saja.

Apa Iya Beragama Seperti Ini?

Ini kisah nyata loh, bukan saya mengada-ada atau mengarang cerita. Sebelumnya, saya memtusukan memindahkan postingan ini dari blog utama saya, alsannya biar tidak terjadi perang :D . Kemarin sewaktu saya pergi ke pameran komputer di Jogja, tempatnya sangat ramai, berdesak-desakan sudah hukumnya. Kemudian tanpa sengaja ada seorang wanita yang menabrak lengan saya, dia pun terkena lengannya. Dan hal itu sangat tidak sengaja. Kemudian dia berkata sambil nyelonong pergi “sori ya…” seraya tangannya membersihkan lengannya dengan tangan yang satunya. Maksudnya apa? Sebagai catatan wanita itu memenuhi kriteria wanita yang anti disentuh oleh para pria yang bukan haknya. Berjilbab lebar, baju lebar dan seorang pria yang (semoga) sudah menjadi suami sahnya.  Dengan tulisan ini, saya hanya ingin meluruskan hal-hal yang menurut saya kurang dalam hal etika. Baca entri selengkapnya »