Pemilu Yang Damai

Bisakah pemilu 2009 damai ? jauh dari kerusuhan, kecurangan, korupsi dan maen bawah meja? Jawabannya bisa! (indonesia bisa ! psstt.., bukan maksud kampanye damai pemilu indonesia 2009 lho). Asal kita bisa menyadari bahwa pemilu 2009 akan menentukan nasib bangsa ini, dan kampanye yang damai akan menjadi sesuatu yang patut untuk dicoba dan ditempuh. Kampanye pemilu damai bukan saja milik amerika yang menelurkan mister obama sebagai presiden terpilih. Indonesia juga bisa mewujudkan pemilu 2009 yang damai dan tentram.

Kasus Suap dan Korupsi Bulyan Royan

Bulyan Royan diduga menerima uang dari rekanan Departemen Perhubungan yang lain. Uang tersebut diserahkan di Hotel Crowne, Jakarta.

“Saya diminta pimpinan saya Pak Suratna Ramli untuk serahkan uang di Hotel Crowne,” kata pegawai PT Fibrite Fiberglass Dwi Aningsih.

Perusahaan tersebut menjadi salah satu diantara 5 pemenang tender pengadaan kapal. Dwi dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Bulyan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2009).

Uang tersebut diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen Tansea Parlindungan Malau pada September 2007. Dwi memberikan uang tersebut kepada Tansea karena tidak mengenal Bulyan. Setelah penyerahan tersebut, Dwi mengaku langsung pulang.

“Tapi saya melihat sendiri Malau menyerahkan uang itu ke Bulyan,” kata Dwi kepada Ketua Hakim Gus Rizal.

Dwi tidak mengetahui besaran jumlah serta kegunaan uang tersebut. Dia hanya mendapat perintah dari bosnya yang kebetulan sedang berada di luar kota.

“Besok ada tugas ke luar kota, tolong kasih uang ini ke Hotel Crowne,” kata Dwi menirukan ucapan bosnya saat itu.

Saat ditanya pendapatnya oleh Gus Rizal, Bulyan membantah semua kesaksian yang diberikan oleh Dwi.

“Saya tidak pernah menerima uang dari Malau dan saksi Dwi,” tegas Bulyan singkat.

Sumber detik.com

Komentar :
Muka aja udah tampang koruptor… ga usah ngelak deh bang. Emang duit suap itu enak ya?

Polisi Mau Ngomong Apa Lagi?

Polri ditasbihkan menjadi institusi yang paling sering terjadi parktek suap-menyuap. Sedangkan lembaga peradilan di Indonesia menjadi lembaga yang paling banyak menerima uang suap. (http://detik.com)

Kalau udah begini, polisi mau ngomong apa lagi? Memang sih, menjadi polisi itu cara termudah cari duit (Melimpah dan halal ), karena cuma mengandalkan okol doang

sumber disini

Polisi Menerima Suap Uang Haram

Polisi masih doyan juga uang haram hasil perjudian di Pekanbaru, Riau. Polisi menerima lebih dari 200 juta perbulan dari pebisnis perjudian didaerah itu. Tiap tiap oknum mendapatkan bagiannya masing-masing. Besarnya menurut tingginya jabatan. Uang itu katanya buat dana koordinasi (kasarnya uang keamanan). Polisi kok melindungi penjahat? apa kata dunia? nggak percaya, baca disini

sudah jelas bahwa menjadi polisi adalah ‘langkah tepat’ untuk menjadi kaya akan uang haram