Avatar Saya Gambar Pulisi Mengeroyok


Beberapa hari ini saya memasang avatar di YM yang membuat kontroversial. Sebuah gambar segerobolan tukang pukul negara pulisi sedang menganiyaya beberapa orang. Saya mendapatkannya dari google, jadi bukan image rekayasa sendiri, karena saya bukan si pakar teletabis telematika gadungan om roy suryo yang pandai memanipulasi gambar. Kemudian ada beberapa teman yang mengomentari seputar avatar tersebut. Dia bilang gini, mas apa ndak takut kena masalah sama pulisi? Maka saya jawab saja, saya ndak bersalah kok, saya melalui media yang global ini mencoba untuk objective, bahwa yang selama ini di agung-agungkan sebagai pelayan, pengayom dan sahabat masyarakat ini ternyata adalah tukang pukul yang sakit. Karena setahu saya bahwa negara ini adalah negara hukum, bukan negara okol yang selama ini dipraktekkan. Mungkin bagi mereka pencinta okol-okolan ini, cara yang mereka, para tukang pukul negara itu cara yang paling simple menyelesaikan sesuatu setelah menggunakan duid. Baca entri selengkapnya »

Industri DVD Playboy Dihabisi

Penjualan DVD rupanya dipandang tidak lagi menguntungkan bagi perusahaan majalah dewasa asal Amerika Serikat, Playboy Enterprises. Mereka pun memutuskan untuk berhenti memproduksi DVD dalam beberapa waktu mendatang dan beralih mengandalkan media. Selengkapnya disini

Penggusuran Lagi…

Pemerintah dengan tukang pukulnya memusnahkan gubuk2 liar. Bukannya tidak boleh, tetapi berilah solusi kepada mereka yang kekurangan, yang miskin dan tidak punya. Jangan asal gusur aja. Bukankah mereka dijamin oleh negera. Kalau lupa, pak SBY dapet salam dari UUD 45 pasal 36.

Oknum TNI Nyuri Tiket Kereta Api Terus Dihajar Massa

Oknum TNI Nyuri Tiket Kereta Api Terus Dihajar Massa

Pada kasus arus balik ini, diberitakan di TV ada oknum TNI yang jadi sok jagoan dengan menumpang kereta tanpa membeli tiket kerata api. Bukan hanya seekor, tetapi banyak ekor. Akhirnya ada salah satu TNI yang kena getahnya dengan dipukuli rame-rame oleh para gali di stasiun. Kejadiannya didaerah jawa timur.  Memangnya oknum TNI itu siapa? kok bisa-bisanya numpang ga bayar, terus apa bedanya dengan pencuri. Mereka pikir dengan jadi TNI, berbadan besar, bisa seenaknya menggunakan fasilitas negara? Memang negara punya nenek lu? ke laut aja mas. Baca entri selengkapnya »

Analisis Dan Implementasi Sistem Pemerintahan S-B-Y-J-K

Tadi saya dengar SBY-JK membuat kesepakatan untuk tetap menjadi pasangan suami-istri calon presiden dan presiden untuk pemilu 2009 mendatang. Saya mendengarnya di radio RRI. Saya heran kenapa masih si SBY itu masih saja mau berpasangan dengan si JK itu, wong sekarang ini sudah banyak rakyat yang apatis terhadap si JK itu. Keputusan JK yang kadang kurang memihak rakyat banyak, lebih mementingkan karir politiknya daripada aspirasi rakyat atau wakil presiden. Bahkan beberapa bulan yang lalu, SBY JK malah seperti bersaing, bukannya kerjasama. Pasangan apa-apaan ini. Sedang si SBY menurut saya pemerintahannya jujur, tidak neko-neko, tidak haus harta atau sebagainya. Bahkan pemberantasan korupsi juga lebih digalakkan, hasilnya banyak ‘tikus-tikus’ negara banyak yang ketangkap, mau contoh hakim yang main suap dengan tante girang artha lita suuuuurrryani itu. Baca entri selengkapnya »

Lagi lagi Polisi Melanggar Aturannya sendiri

ini kisah nyata, tidak ada untungnya buat saya jika berbohong. Kejadiannya di Yogyakarta perempatan ring road timur (perempatan ngipik). Waktu itu lampu yang hijau adalah yang sisi barat, saat itu saya berada di sisi timur. Pos polisi berada di sisi timur juga, di dekat lampu trafic light yang timur. Nah tiba-tiba dari pos polisi itu, ada 2 ekor polisi, berboncengan langsung menerobos ke utara tanpa memperhatikan lampu yang menyala hijau mana.

Sebenarnya saya ingin mencari masalah dengan polisi semacam itu dikarenakan masalah itu tadi. Tapi saya pikir tidak perlu, tidak ada habisnya ngurusi masalah fuck seperti itu

Kerjaan jadi Tukang Tangkap Koruptor

koruptor fuckingSaya ada ide segar ni, kayaknya kurang adil kalau tidak dibagi-bagi disini. Ide ini muncul ketika mendengar KPK berhasil menangkapi para koruptor itu. Saya percaya KPK VS Koruptor adalah pertandingan tidak seimbang, artinya koruptor berjumlah 1 juta ekor sedangkan KPK hanya 100 orang. Jadi saya rasa KPK perlu dibantu. Nah, ide saya itu (mungkin agak kocak juga, jadi jangan dianggap terlalu serius :p, tapi saya rasa bisa diaplikasikan) menggunakan masyarakat indonesia yang jumlahnya berjibel itu untuk ikut membantu KPK dalam penyelidikan para koruptor. Saya percaya banyak dari masyarakat kita yang mengetahui, melihat dan merasakan tindakan korupsi di pemerintahan. Contohnya saja disini.

Tapi bukan hanya itu saja, penyelidikan oleh masyarakat ini harus ada imbalannya. Setiap orang yang berhasil menangkap koruptor harus diberi imbalan minimal 10 % dari besarnya korupsi yang dilakukan oleh oknum tikus itu. Jadi dalam masyarakat terdapat perlombaan untuk menangkap para koruptor, karena imbalannya gede juga.

Untuk sementara, mungkin sekitar 10 tahun, bagi rakyat indonesia ada pekerjaan baru, yaitu menangkap, memergoki oknum yang berbuat curang atau berkorupsi ria. Pekerjaan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan premen pun bisa. Tenaga preman yang sangat besar bisa digunakan untuk menyeret secara fisik kaum koruptor jika tidak mau di bawa ke kantor pulisi. Dan pulisi yang korup bisa di hajar sekalian oleh para preman. Menghajar polisi korup bisa dihargai sebesar 1 bulan gaji pulisi tersebut. Kan lumayan :p

Terus bagaimana cara kerjanya : ya cuma mondar-mandir aja di kantor pemerintahan, sambil membawa kamera digital, catatan kecil, tape recorder, pokoknya dipergok dengan cara apapun deh.

Mungkin begitu :p, semoga KPK bisa menerima ide gila brilian ini :p

Visi Misi Pengabdian Pulisi

Seorang polisi yang sudah senior mengintrogasi polisi junior (katakanlah calon junior) yang akan masuk ke akademi kepolisian, begini ceritanya :

Pulisi Senior : Apa alasanmu bergabung dengan kepolisian republik indonesia ?
Pulisi Junior : jawaban jujur apa jawaban bohong ?
Pulisi senior mikir- mikir bentar hmmm….hmmm..
Pulisi Senior : yang bohong dulu deh
Pulisi Junior : melindungi masyarakat, mengayomi masyarakat, melayani masyarakat, menjadi sabahat anak-anak dan menegakkan kebenaran dan keadilan bagi seluruh rakyak indonesia. (lambemu..)
Pulisi Senior : kalau yang jujur?
Pulisi Junior : pengen nyari duit dengan cepat dan gampang, masa depan terjamin, gengsi di masyarakat, di hormati di masyarakat, mudah dalam urusan pemerintahan, dapet beras tunjangan, makan gaji buta, bisa seenak wudel ku dewe, menyalurkan naluri saya sebagai preman, saya ingin menjadi preman yang digaji (pada banyak literatur, polisi, angkatan militer biasa disebut dengan preman negara)
Pulisi Senior : (angguk-angguk) kamu lulus ujian, selamat ya :)

Kisah Korupsi+Polisi+Pejabat dan Samsat

Rasanya gimana ya hidup di Indonesia, sana-sini banyak birokrasi yang bertele-tele dan sepertinya dibuat-buat, tujuannya saya sendiri kurang begitu tahu sepenuhnya (sesungguhnya saya jangan sampai tahu, karena akan membuat saya semakin jemu dan kesal dengan pemerintah sekarang). OK, mari kita bercerita. Ini bukan hanya cerita, tapi kenyataan. Kemarin saya berbaik hati, menyediakan waktu dan tenaga, saya korbankan waktu istirahat saya hanya untuk datang ke kantor pulisi atau Samsat untuk memperpanjang STNK motor saya, kalau orang birocraaatt bilang bayar pajak. Saya sabar menunggu setiap loket memanggil, kalau tidak salah harus ada 5 loket yang harus dilewati, itu artinya harus melalui 5 step. Sampai loket 5, waktunya mengambil STNK yang sudah disah kan oleh pejabat yang berwenang.

Baca entri selengkapnya »

SIM BARU…. SIM BARU…

Bikin Di Colombo, kata orang harus pake calo.. klo ga , tidak akan bisa. Itu pernyataan beberapa orang yang aku kenal. Bukan tidak percaya pada orang-orang tapi denger-denger negeri ini sedang gencar – gencarnya memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dengan PD akhirnya aku putuskan untuk mengurus SIM sendiri, pertama fotocopy lancar, beli formulir lancar, isi formulir dibantu, test kesehatan lancar tidak ada gangguan. Tapi sebenarnya ada sedikit gangguan bukan menimpaku karena kebetulan mata kesehatan ku baik-baik saja. Tapi ada seorang wanita yang kebetulan bermasalah dengan matanya, dan dia kepingin lolos SIM, dengan nada memelas pak tolong di loloskan sambil menyerahkan beberapa lembar rupiah. (siapa yang salah ? ) dan wanita tersebut lolos.
Sekarang tinggal ujian tulis, ujian tulis menggunakan komputer aku kerjakan saja ujian ini dengan tenang. Pertama hasil uji coba lulus dengan nilai 70 siip. Kemudian melalui ujian tulis yang sesungguhnya. Beberapa menit ujian tulis akhirnya sampai pada soal terakhir enter dan muncul anda tidak lolos. OK aku akan coba seminggu lagi
Akhirnya pulang, sampai di rumah aku beritakan bahwa tidak lolos, menurut asumsi beberapa keluarga atau lebih tepatnya vonis keras. “KAMU TIDAK AKAN LOLOS !!, SUDAH KAMU KE CALO SAJA ”. Akhirnya dengan berat hati aku cari calo di colombo, rasanya tidak puas belum membuktikan semuanya. Setelah tawar menawark terjadi kesepakatan harga.
Semua berkas diserahkan pada calo, yang dia katanya seorang pejabat di kepolisian. Dengan pakaian singlet dia menemui para mangsanya, beres semua bisa di atur. Dia menjelaskan padaku bahwa bagaimanapun pinternya kamu sarjana sekalipun , kamu nggak bakalan lolos karena yang bikin sistem komputernya dia ? anech !!
Akhirnya setelah di ombang – ambingkan 2 minggu ikut ujian tulis, tapi sebelumnya sudah di ajari sama calo tentang jawabanya. Sampai di ruang ujian yang inget ya di jawab yang ngga ya di jawab sembarangan. Akhirnya ujian tulis lolos.
Saatnya ujian praktik, di ujian praktik ini ada praktik tak sehat sebenarnya tanpa ujian pun sudah lolos tapi biar tidak mencolok salah satu dari kalian harus ikut ujian mewakili yang lain.
Ini nyata dan kisah nyata klo tidak percaya silah coba dech …..
Bagaimana dengan kota-kota lain di Indonesia ?

oleh cahyo.onsby@yahoo.co.id