Polisi Mau Ngomong Apa Lagi?

Polri ditasbihkan menjadi institusi yang paling sering terjadi parktek suap-menyuap. Sedangkan lembaga peradilan di Indonesia menjadi lembaga yang paling banyak menerima uang suap. (http://detik.com)

Kalau udah begini, polisi mau ngomong apa lagi? Memang sih, menjadi polisi itu cara termudah cari duit (Melimpah dan halal ), karena cuma mengandalkan okol doang

sumber disini

Polisi Menerima Suap Uang Haram

Polisi masih doyan juga uang haram hasil perjudian di Pekanbaru, Riau. Polisi menerima lebih dari 200 juta perbulan dari pebisnis perjudian didaerah itu. Tiap tiap oknum mendapatkan bagiannya masing-masing. Besarnya menurut tingginya jabatan. Uang itu katanya buat dana koordinasi (kasarnya uang keamanan). Polisi kok melindungi penjahat? apa kata dunia? nggak percaya, baca disini

sudah jelas bahwa menjadi polisi adalah ‘langkah tepat’ untuk menjadi kaya akan uang haram

Lagi, Polisi Jadi Preman Jalanan dan Pukuli Warga

Tidak percaya dengan judul diatas, dan saya dituduh cuma membuat-buat sensasi? atau fitnah? silahkan baca disini . Berita itu yang membikin adalah detik.com, sebuah portal berita nasional yang sangat bisa dipercaya. Jadi tidak salah, bahwa selama ini saya mengatakan polisi sama saja dengan preman jalanan (preman negara juga boleh), emosi sih boleh-boleh saja, tetapi jangan bertindak seperti itu, itu namanya melampaui batas, sama saja dengan bajingan !. Sudah banyak kasus semacam ini, apa negara ini memang berbasis okol? terus apakah mereka akan ditindak tegas? tentu saja tidak. Sesama polisi pasti melindungi. Di depan pers, mereka bilang akan menindak tegas keparat aparat tersebut, tapi siapa yang tahu kalau dibelakang mereka (polisi-polisi itu) berbaik-baik dan tidak menghukum?
Baca entri selengkapnya »

Lagi lagi Polisi Melanggar Aturannya sendiri

ini kisah nyata, tidak ada untungnya buat saya jika berbohong. Kejadiannya di Yogyakarta perempatan ring road timur (perempatan ngipik). Waktu itu lampu yang hijau adalah yang sisi barat, saat itu saya berada di sisi timur. Pos polisi berada di sisi timur juga, di dekat lampu trafic light yang timur. Nah tiba-tiba dari pos polisi itu, ada 2 ekor polisi, berboncengan langsung menerobos ke utara tanpa memperhatikan lampu yang menyala hijau mana.

Sebenarnya saya ingin mencari masalah dengan polisi semacam itu dikarenakan masalah itu tadi. Tapi saya pikir tidak perlu, tidak ada habisnya ngurusi masalah fuck seperti itu

Kerjaan jadi Tukang Tangkap Koruptor

koruptor fuckingSaya ada ide segar ni, kayaknya kurang adil kalau tidak dibagi-bagi disini. Ide ini muncul ketika mendengar KPK berhasil menangkapi para koruptor itu. Saya percaya KPK VS Koruptor adalah pertandingan tidak seimbang, artinya koruptor berjumlah 1 juta ekor sedangkan KPK hanya 100 orang. Jadi saya rasa KPK perlu dibantu. Nah, ide saya itu (mungkin agak kocak juga, jadi jangan dianggap terlalu serius :p, tapi saya rasa bisa diaplikasikan) menggunakan masyarakat indonesia yang jumlahnya berjibel itu untuk ikut membantu KPK dalam penyelidikan para koruptor. Saya percaya banyak dari masyarakat kita yang mengetahui, melihat dan merasakan tindakan korupsi di pemerintahan. Contohnya saja disini.

Tapi bukan hanya itu saja, penyelidikan oleh masyarakat ini harus ada imbalannya. Setiap orang yang berhasil menangkap koruptor harus diberi imbalan minimal 10 % dari besarnya korupsi yang dilakukan oleh oknum tikus itu. Jadi dalam masyarakat terdapat perlombaan untuk menangkap para koruptor, karena imbalannya gede juga.

Untuk sementara, mungkin sekitar 10 tahun, bagi rakyat indonesia ada pekerjaan baru, yaitu menangkap, memergoki oknum yang berbuat curang atau berkorupsi ria. Pekerjaan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan premen pun bisa. Tenaga preman yang sangat besar bisa digunakan untuk menyeret secara fisik kaum koruptor jika tidak mau di bawa ke kantor pulisi. Dan pulisi yang korup bisa di hajar sekalian oleh para preman. Menghajar polisi korup bisa dihargai sebesar 1 bulan gaji pulisi tersebut. Kan lumayan :p

Terus bagaimana cara kerjanya : ya cuma mondar-mandir aja di kantor pemerintahan, sambil membawa kamera digital, catatan kecil, tape recorder, pokoknya dipergok dengan cara apapun deh.

Mungkin begitu :p, semoga KPK bisa menerima ide gila brilian ini :p

Visi Misi Pengabdian Pulisi

Seorang polisi yang sudah senior mengintrogasi polisi junior (katakanlah calon junior) yang akan masuk ke akademi kepolisian, begini ceritanya :

Pulisi Senior : Apa alasanmu bergabung dengan kepolisian republik indonesia ?
Pulisi Junior : jawaban jujur apa jawaban bohong ?
Pulisi senior mikir- mikir bentar hmmm….hmmm..
Pulisi Senior : yang bohong dulu deh
Pulisi Junior : melindungi masyarakat, mengayomi masyarakat, melayani masyarakat, menjadi sabahat anak-anak dan menegakkan kebenaran dan keadilan bagi seluruh rakyak indonesia. (lambemu..)
Pulisi Senior : kalau yang jujur?
Pulisi Junior : pengen nyari duit dengan cepat dan gampang, masa depan terjamin, gengsi di masyarakat, di hormati di masyarakat, mudah dalam urusan pemerintahan, dapet beras tunjangan, makan gaji buta, bisa seenak wudel ku dewe, menyalurkan naluri saya sebagai preman, saya ingin menjadi preman yang digaji (pada banyak literatur, polisi, angkatan militer biasa disebut dengan preman negara)
Pulisi Senior : (angguk-angguk) kamu lulus ujian, selamat ya :)