Tadi saya dengar SBY-JK membuat kesepakatan untuk tetap menjadi pasangan suami-istri calon presiden dan presiden untuk pemilu 2009 mendatang. Saya mendengarnya di radio RRI. Saya heran kenapa masih si SBY itu masih saja mau berpasangan dengan si JK itu, wong sekarang ini sudah banyak rakyat yang apatis terhadap si JK itu. Keputusan JK yang kadang kurang memihak rakyat banyak, lebih mementingkan karir politiknya daripada aspirasi rakyat atau wakil presiden. Bahkan beberapa bulan yang lalu, SBY JK malah seperti bersaing, bukannya kerjasama. Pasangan apa-apaan ini. Sedang si SBY menurut saya pemerintahannya jujur, tidak neko-neko, tidak haus harta atau sebagainya. Bahkan pemberantasan korupsi juga lebih digalakkan, hasilnya banyak ‘tikus-tikus’ negara banyak yang ketangkap, mau contoh hakim yang main suap dengan tante girang artha lita suuuuurrryani itu.
Tapi sistem yang dijalankan si SBY itu terkesan apa adanya, tidak solutif terhadap masalah yang dihadapi negri ini. Contohnya saja, kenaikan BBM. dimana si SBY itu menaikkan harga BBM hanya karena kenaikan minyak dunia. Kalau cuma seperti itu, analisis anak SD juga bisa, tanpa perlu menjadi presiden dengan gaji puluhan juta. Harusnya pemerintah SBY itu solutif terhadap masalah di negri ini. Saya sebagai rakyat memang tidak bisa memberikan solusi, karena saya bukan presiden dan gaji saya juga tidak sampai puluhan juta. Tapi Anda, sebagai presiden dengan gaji sebanyak itu harusnya mampu menjawab tantangan ini, masak makan gaji buta loe!.
Pemerintahan SBY juga terkesan kapitalis, lebih cenderung ke-amerika-rikaan. Sudah banyak yang mengatakan demikian, bahwa kiblat pemerintahan ini berada di amerika sono. Yang perlu diacungi jempol adalah pemberantasan korupsi yang sudah sejauh ini. Salut bos !