Pemilu Yang Damai

Bisakah pemilu 2009 damai ? jauh dari kerusuhan, kecurangan, korupsi dan maen bawah meja? Jawabannya bisa! (indonesia bisa ! psstt.., bukan maksud kampanye damai pemilu indonesia 2009 lho). Asal kita bisa menyadari bahwa pemilu 2009 akan menentukan nasib bangsa ini, dan kampanye yang damai akan menjadi sesuatu yang patut untuk dicoba dan ditempuh. Kampanye pemilu damai bukan saja milik amerika yang menelurkan mister obama sebagai presiden terpilih. Indonesia juga bisa mewujudkan pemilu 2009 yang damai dan tentram.

Dukung Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Ini tentang kontes, bukan soal Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.
Kontes SEO ini diadakan oleh pogung177. Tidak ada aturan yang
ditentukan seperti layaknya kontes SEO. Yang terpenting, gimana caranya
kata kunci Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 bisa tampil di halaman depan google.co.id. Segini dulu ya postingannya…ntar dilanjutkan lagi

Demo Mahasiswa Menyembelih Leher Koruptor

Mahasiswa dari elemen BEM seluruh Indonesia menyembelih seekor tikus di Bundaran HI. Aksi itu sebagai bentuk ancaman terhadap koruptor yang masih merajalela.

“Ini sebagai hukuman yang pantas bagi para koruptor,” kata koordinator BEM seluruh Indonesia, Wahyu Suranto, di tengah-tengah aksi, Rabu (14/1/2009).

Dalam aksinya, 3 ekor tikus dimasukkan ke dalam kandang kawat. Kemudian diarak sekitar 100 orang mahasiswa keliling HI. Mereka berteriak-teriak “gantung koruptor”. Setelah selesai berorasi, penyembelihan tikus tersebut menjadi puncak demontrasi.

“Politisi yang sekarang menjadi caleg yang terlilit kasus korupsi tidak pantas memimpin bangsa,” imbuh Wahyu.

Aksi ini berlangsung sekitar satu jam. Tidak ada penjagaan berarti dari petugas polisi. Mahasiswapun membubarkan diri dengan tertib.

“Ini tikus kami ambil dari laboratorium kampus,” kata Wahyu yang berasal dari kampus IPB Bogor, menjelaskan asal tikus malang yang baru saja disembelihnya.

sumber : detik.com

Komentar : Hajar terus bro… tapi bsk kalau udah lulus, terus jadi PNS ya jangan korupsi ya? nanti masak nyembelih leher sendiri, kan nggak lucu

Kasus Suap dan Korupsi Bulyan Royan

Bulyan Royan diduga menerima uang dari rekanan Departemen Perhubungan yang lain. Uang tersebut diserahkan di Hotel Crowne, Jakarta.

“Saya diminta pimpinan saya Pak Suratna Ramli untuk serahkan uang di Hotel Crowne,” kata pegawai PT Fibrite Fiberglass Dwi Aningsih.

Perusahaan tersebut menjadi salah satu diantara 5 pemenang tender pengadaan kapal. Dwi dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Bulyan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2009).

Uang tersebut diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen Tansea Parlindungan Malau pada September 2007. Dwi memberikan uang tersebut kepada Tansea karena tidak mengenal Bulyan. Setelah penyerahan tersebut, Dwi mengaku langsung pulang.

“Tapi saya melihat sendiri Malau menyerahkan uang itu ke Bulyan,” kata Dwi kepada Ketua Hakim Gus Rizal.

Dwi tidak mengetahui besaran jumlah serta kegunaan uang tersebut. Dia hanya mendapat perintah dari bosnya yang kebetulan sedang berada di luar kota.

“Besok ada tugas ke luar kota, tolong kasih uang ini ke Hotel Crowne,” kata Dwi menirukan ucapan bosnya saat itu.

Saat ditanya pendapatnya oleh Gus Rizal, Bulyan membantah semua kesaksian yang diberikan oleh Dwi.

“Saya tidak pernah menerima uang dari Malau dan saksi Dwi,” tegas Bulyan singkat.

Sumber detik.com

Komentar :
Muka aja udah tampang koruptor… ga usah ngelak deh bang. Emang duit suap itu enak ya?

Kasus Suap anggota KPPU

Kepemilikan tas berisi uang Rp 500 juta dalam kasus dugaan suap terhadap anggota KPPU M Iqbal masih menjadi misteri. M Iqbal dan Komisaris Lippo Group Billy Sindoro sama-sama membantah kepemilikan tas tersebut.

“Bukan punya saya. Itu diletakkan Pak Billy di lift,” ujar M Iqbal saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Senin (19/1/2008).

Meski Iqbal orang terakhir yang memegang tas tersebut, namun dia membantah jika tas tersebut ditujukan untuk dirinya. “Niatnya mau saya kembalikan ke KPPU,” ujarnya.

Senada dengan Iqbal, Billy pun tidak mengakui kepemilikan tas tersebut. Saat ditangkap oleh penyidik KPK, ia tidak mengakui tudingan Iqbal yang menunjukan tas itu miliknya.

“Itu bukan tas saya,” ujar Iqbal menirukan Billy waktu ditangkap KPK.

Hingga pukul 15.30 WIB, persidangan yang agendanya mendengarkan keterangan saksi ini masih berlangsung

sumber detik.com

Kalau korupsi ngaku aja… oh iya… nggak ada maling yg ngaku ya….

Polisi Mau Ngomong Apa Lagi?

Polri ditasbihkan menjadi institusi yang paling sering terjadi parktek suap-menyuap. Sedangkan lembaga peradilan di Indonesia menjadi lembaga yang paling banyak menerima uang suap. (http://detik.com)

Kalau udah begini, polisi mau ngomong apa lagi? Memang sih, menjadi polisi itu cara termudah cari duit (Melimpah dan halal ), karena cuma mengandalkan okol doang

sumber disini

Polisi Menerima Suap Uang Haram

Polisi masih doyan juga uang haram hasil perjudian di Pekanbaru, Riau. Polisi menerima lebih dari 200 juta perbulan dari pebisnis perjudian didaerah itu. Tiap tiap oknum mendapatkan bagiannya masing-masing. Besarnya menurut tingginya jabatan. Uang itu katanya buat dana koordinasi (kasarnya uang keamanan). Polisi kok melindungi penjahat? apa kata dunia? nggak percaya, baca disini

sudah jelas bahwa menjadi polisi adalah ‘langkah tepat’ untuk menjadi kaya akan uang haram

Siapa Ikut Aliran 3D ?

salah satunya saya. Meski saya bukan PNS, atau polisi, polri atau anggota caleg apalagi DPRD, saya memutuskan untuk ikut aliran 3D. Ngomong-ngomong, 3D apaan sih? 3D=Diem Dapet Duit. Bukan berarti saya cuma berpangku tangan dan duit mengalir sendiri ke rekening bank, saya tetap kerja keras kok, cuma ya itu tadi saya lebih baik diam saja. Daripada saya ngomong ntar malah salah-salah atau kurang tepat.

Mending diem dapet duit. he he

Koran Sore PR 1 Lho

Koransore kembali mendapatkan pagerank lagi. Update kali ini dapet PR 1. Mau tukeran link atau jadi wartawan? pasti dapat backlink gratis, silahkan request melalui comment

Lagi, Polisi Jadi Preman Jalanan dan Pukuli Warga

Tidak percaya dengan judul diatas, dan saya dituduh cuma membuat-buat sensasi? atau fitnah? silahkan baca disini . Berita itu yang membikin adalah detik.com, sebuah portal berita nasional yang sangat bisa dipercaya. Jadi tidak salah, bahwa selama ini saya mengatakan polisi sama saja dengan preman jalanan (preman negara juga boleh), emosi sih boleh-boleh saja, tetapi jangan bertindak seperti itu, itu namanya melampaui batas, sama saja dengan bajingan !. Sudah banyak kasus semacam ini, apa negara ini memang berbasis okol? terus apakah mereka akan ditindak tegas? tentu saja tidak. Sesama polisi pasti melindungi. Di depan pers, mereka bilang akan menindak tegas keparat aparat tersebut, tapi siapa yang tahu kalau dibelakang mereka (polisi-polisi itu) berbaik-baik dan tidak menghukum?
Baca entri selengkapnya »